Wakaf Dalam Asuransi

Ditinjau dari segi bahasa wakaf berarti menahan. Sedangkan menurut istilah syara’, wakaf ialah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan umat. Menahan suatu benda yang kekal zatnya, artinya tidak dijual dan dipindahtangankan (baik dengan cara mewariskan atau menghibahkan) tetapi hanya disedekahkan dan dikelola untuk diambil manfaatnya saja.

Pengertian wakaf menurut Imam Maliki adalah memberikan sesuatu hasil manfaat dari harta, dimana harta pokoknya tetap/lestari atas kepemilikan pemberi manfaat tersebut walaupun sesaat.

Hukum wakaf sama dengan amal jariyah. Sesuai dengan jenis amalnya maka berwakaf bukan sekedar berderma (sedekah) biasa, tetapi lebih besar pahala dan manfaatnya bagi yang berwakaf. Pahala yang diterima mengalir terus menerus selama barang atau benda yang diwakafkan itu masih berguna dan bermanfaat. Hukum wakaf adalah sunah.

Rasulullah SAW bersabda:

اِذَا مَاتَ ابْنُ ادَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَوْ عِلْمٍ يَنْتَفَعُ بِهِ اَوْ وَلَدِ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ (رواه مسلم)

Artinya: “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga (macam), yaitu sedekah jariyah (yang mengalir terus), ilmu yang dimanfaatkan, atau anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Muslim).

Sun Life Financial Syariah sebagai pelopor asuransi wakaf sesuai Fatwa Dewan Syariah (DSN) MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016.

Ditandai dengan:     , , , , ,

Artikel Yang Berkaitan

Tulis Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Yang wajib diisi bertanda *

Link Serumpun

Silahkan berkunjung ke website kami…

TERIMA KASIH

ATAS KUNJUNGAN ANDA

جَــزَكُمُ اللهُ خَيْرًا جَــزِيْلاً

solusi masa depan anda