Antara Asuransi Konvensional dan Syariah

Ketika mencoba menghubungi prospek untuk janjian bertemu dan berkunjung ke rumahnya, ia sudah lebih dulu menyampaikan bahwa dia sudah memiliki polis, bahkan 2 polis. Yang satu, polis dari sebuah asuransi syari’ah. Dan yang satunya lagi, polis dari asuransi umum atau konvensional. Saya sempat menanyakan, “Apakah Anda mengetahui tentang perbedaan di antara keduanya ?”. Ia menjawab, “Secara mendetail, saya tidak tahu. Tapi ada yang menyebutkan bahwa asuransi ini mengandung unsur riba yang diharamkan dalam Islam”. “Sebelumnya saya tidak tahu tentang itu. Terus, apakah sekarang saya harus menghentikan kedua polis ini?” tanyanya.

Sebagai seorang agent, saya tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Sesuai kode etik keagenan, saya hanya bisa menjelaskan bahwa secara umum terdapat perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi syari’ah. Yang asuransi syari’ah, “Insyaalloh,” kata saya, “terbebas dari unsur riba”.

“Kenapa Anda tidak mengetahuinya sejak awal ? Bukankah agent asuransi tersebut sudah menjelaskan ?” Tanya saya.

Ia menjawab, “Saya tidak tahu. Agent itu ketemunya dengan suami saya”.

“Ouh….. Kalau begitu, saya harus bertemu juga dengan suami Anda,” imbuhku.

Memperhatikan dan mencermati realitas yang ada seperti itu, di sini perlu kiranya disampaikan perbedaan antara asuransi umum dan asuransi syari’ah. Bahkan terkait asuransi syari’ah pun perlu dibedah secara mendalam, karena masih ada yang berpandangan bahwa istilah syari’ah yang disandingkan kepada lembaga keuangan nasional —baik perbankan maupun asuransi— hanya sebuah kamuflase yang pada kenyataannya di lapangan tetap yang berlaku adalah sistem ribawi.

SIFAT BISNIS ATAU PERGERAKAN

Di antara perkara yang membedakan antara asuransi umum/konvensional dan asuransi syari’ah adalah sifat bisnis atau sifat pergerakannya.

Dalam asuransi umum, sifat yang melekat pada perusahaan adalah bussines oriented (bisnis penuh) yang tentu berlandaskan sifat bisnis untuk kepentingan komersial semata antara Perusahaan sebagai pengelola dana dan Peserta sebagai nasabah yang menjadi sumber terkumpulnya dana.

Ditandai dengan:     , ,

Artikel Yang Berkaitan

Tulis Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Yang wajib diisi bertanda *

Link Serumpun

Silahkan berkunjung ke website kami…

TERIMA KASIH

ATAS KUNJUNGAN ANDA

جَــزَكُمُ اللهُ خَيْرًا جَــزِيْلاً

solusi masa depan anda